IIDN Writing Academy : Pede Menulis Buku Parenting

Menulis buku parenting itu cukup menantang. Padahal, banyak cerita menarik yang bisa ditulis. Peluangnya juga besar. Inilah yang mendorong IIDN Writing Academy menggelar acara Writer Talks yang berjudul “Pede Menulis Buku Parenting”, pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2022 lalu.

Writer Talks kemarin diisi oleh dua pembicara keren, Damar Aisyah (Penulis buku Good Childhood Memories, Blogger) dan Myra Anastasia (Penulis buku Imperfect Parenteen, Blogger). Writer Talks ini dipandu oleh host kece IIDN : Lita Widi. Dua penulis membagikan pengalamannya dalam menulis buku parenting.

Awal Mula Menulis Buku Parenting

Di awal, kedua penulis menceritakan bagaimana bisa menulis buku parenting. Kebetulan keduanya bermula dari tulisan blog yang dibukukan.

Ceritanya, penerbit membaca tulisan-tulisan di blog yang bertema parenting. Penerbit menganggap tulisan di blog ini akan menarik jika dibukukan. Penerbit yang melamar keduanya untuk menulis buku.

Mengapa Menulis Parenting

Sebelum menulis buku, mbak Damar dan mbak Chi (panggilan akrab mbak Myra) sudah terlebih dahulu dikenal sebagai blogger. Keduanya sudah lama menulis di blog. Kebetulan di blognya ada label parenting.

Kalau mbak Chi, menuliskan pengalamannya mendampingi anak-anak yang masuk usia remaja. Ternyata, mendampingi anak-anak usia remaja itu rasanya jungkir balik. Mbak Chi ingin cerita-cerita ini bisa terus diingat. Kalau dituliskan, pasti bisa tetap dibaca dan diingat oleh anak cucunya nanti.

Begitu juga dengan mbak Damar. Pengalaman mendampingi anak-anak yang masih kecil sayang jika dilewatkan begitu saja. Ditulis agar jadi catatan dokumentasi. Juga untuk kenangan bagi anak cucu nanti.

Kendala Menulis Buku Parenting

Mbak Chi dan Mbak Damar kaget saat dilamar oleh penerbit. Mereka merasa tidak percaya diri untuk menulis buku parenting karena merasa bukan ahli di bidang tersebut. Mbak Chi dan Mbak Damar juga menganggap diri mereka belum sempurna sebagai orang tua.

Tapi, penerbit meyakinkan mereka bahwa buku yang akan terbit itu tidak berisi teori parenting. Cukup cerita pengalaman sehari-hari dalam mengasuh anak. Setiap keluarga tentu punya cerita dalam mengasuh anak-anaknya yang menarik untuk dibagikan.

Rasa percaya diri menjadi kendala saat menulis buku parenting. Tetapi berhasil diatasi dengan dukungan dari penerbit.

Percaya Diri Menulis Buku Parenting

Mbak Chi dan mbak Damar merasa percaya diri menulis buku parenting ketika kembali ke niat awal. Bahwa menulis cerita seputar pengasuhan anak adalah untuk mendokumentasikan tiap tahap perkembangan anak. Selain itu juga sebagai sarana berbagi cerita dengan orang tua lain. Bukan untuk menggurui. Ataupun memberikan teori parenting terbaik.

Rasa percaya diri semakin besar ketika melihat respon pembaca. Pembaca banyak yang memberikan respon positif atas bukunya. Bahkan akan ada cetakan kedua.

Buku tentang cerita pengasuhan ini menarik untuk dibaca karena tidak terkesan menggurui. Sehingga bisa menggapai pembaca lebih luas. Selain bisa dibaca oleh para orang tua, buku ini juga bisa dibaca anak muda sebagai calon orang tua.

Poin Penting Menulis Buku Parenting

Kedua penulis pun berbagi tips tentang poin penting menulis buku parenting, yaitu :

1. Menulis saja, ceritakan saja pengalaman saat mengasuh anak.
2. Niatkan untuk mengabadikan kenangan, dokumentasi perjalanan pengasuhan.
3. Tulis dengan gaya bercerita, tidak menggurui.
4. Yakinlah bahwa setiap keluarga punya cerita. Cerita yang mungkin menarik untuk dibagikan.

Peluang Menulis Buku Parenting

Terakhir, Writer Talks ini juga membahas peluang menulis buku parenting. Bahwa buku parenting masih punya peluang yang besar. Asalkan ditulis sesuai dengan pasar yang akan dibidik.

Buku parenting yang berisi pengalaman dan cerita lebih diminati. Apalagi sekarang para orang tua baru lebih berpikiran terbuka. Haus ilmu baru.

Jadi, siapa yang mau menulis buku parenting? Yuk percaya diri menulis buku parenting!

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.