5 Pelajaran Berharga Saat Harus #DiRumahAja

IIDN – Hari ini memasuki pekan keempat harus #DiRumahAja. Saat harus #DiRumahAja saya otomatis jobless. Tempat les yang biasa saya ajar libur, libur ngajar artinya libur dapat fee juga. Saya juga lebih sering sibuk dengan pekerjaan domestik. Keluar masuk dapur lebih sering. Selama di rumah saja, anak-anak dan suami nafsu makannya bertambah. Otomatis saya harus lebih sering masak dan membuat kudapan.

Sudah sebulan seperti ini, sudah mulai bosan. Capek masak, capek harus beberes rumah melulu. Belum lagi stres lihat saldo di rekening, merosot tajam gaes 😥😥😥.

Rasanya pengen teriak : Corona Go Away, Please!!!

Hmm mungkin beberapa orang juga mengalami yang saya rasakan itu. Selama sebulan ini banyak perubahan yang terjadi saat harus mengkarantina diri berperang menghadapi pandemi ini. Tapi tahukah, ternyata banyak juga hikmah dari kondisi saat ini.

Setidaknya, saya mendapat lima pelajaran berharga saat harus #DiRumahAja dalam berperang melawan si corona ini.

 

1. Bersyukur

Pelajaran pertama yang saya dapatkan selama satu bulan #DiRumahAja adalah saya jadi lrbih sering bersyukur. Bersyukur masih bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat. Masih bisa beristirahat di rumah yang nyaman.

Saat ini, kesehatan menjadi semakin lebih berharga dari apapun. Saat bangun pagi dan mendapati saya sekeluarga masih diberi kesehatan, disitu ucapan syukur tak pernah putus dari bibir saya.
Terima kasih Tuhan, masih kau berikan kesehatan pada kami.

2. Bersabar

Setelah bersyukur, pandemi ini membuat saya belajar untuk sabar. Sabar di rumah aja, mematuhi anjuran pemerintah. Ya, untuk orang extrovet macam saya ini, isolasi diri adalah hal yang menakutkan. Saya yang biasanya sering menghabiskan waktu di luar rumah, kini harus sabar diam di rumah.

3. Hemat

Yaaa berkurangnya pemasukan membuat saya harus belajar berhemat. Mulai detail lagi mengatur anggaran keuangan keluarga. Seperti mulai rajin food preparation karena harus masak lebih sering. Memang sih masak sendiri itu capek, tapi sangat membantu untuk menghemat uang belanja lho.

4. Quality Time Bareng Suami

Kantor suami juga menerapkan WFH (work from home) meski tidak setiap hari. Selama 2kali sepekan suami tetap harus berangkat ke kantor. Selebihnya, dia di rumah. Dan ini membuat waktu kami bersama jadi bertambah. Asyikk. Kami bahkan membuat project bersama. Mau duet menghasilkan banyak tulisan! Biar makin produktif di rumah.

5. Bonding dengan Anak

Terakhir, keadaan ini membuat saya semakin dekat dengan si sulung. Ya, saat si sulung harus sekolah dari rumah, saya lah yang jadi gurunya. Kami lebih sering menghabiskan waktu bersama. Membuat project sains bersama, atau sekadar menghabiskan waktu dengan crafting.

Nah itu tadi lima pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari pandemi ini. Meski harus #DiRumahAja banyak hikmah yang bisa dipetik. Semoga pandemi ini segera berakhir ya. Dan jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat ya.

Dian Kusumawardani
IIDN

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *