Persahabatan Bagai Kepompong

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu – kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan

Sepenggal lagu yang dipopulerkan oleh Sind3ntosca ini akrab di telinga saya akhir-akhir ini. Lagu dengan lirik yang mudah untuk dilafalkan dan dihafalkan ini mempunyai makna yang dalam tentang arti persahabatan.

 

Persahabatan atau pertemanan yang terjalin karena adanya sebuah persamaan, saling mendukung satu sama lain. “Birds With The Same Feathers Flock Together”. Pernah mendengar istilah ini? Yang secara harfiah dapat diartikan burung yang berbulu sama akan berkumpul. Disadari atau tidak, wajar jika kita memilih teman berdasarkan sebuah kesamaan atau sebuah tujuan.

 

Mengapa ada sahabat yang asyik untuk diajak curhat, sahabat yang lain asyik untuk diajak jalan-jalan, atau hal yang lain? Karena untuk saling melengkapi, manusia tidak ada yang sempurna. Coba kita lihat ke diri kita masing-masing, ada teman dari jaman kecil sampai sekarang karena asyik diajak curhat. Ada pula teman komunitas memasak, karena sedang belajar mencoba resep-resep baru. Ada pula teman komunitas bersepeda, karena sama-sama suka bersepeda di GOR misalnya. Setelah beberapa kali bertemu, asyik diajak ngobrol, akhirnya bersahabat.

 

Manusiawi kok jika kita akan memilih teman karena sebuah kesamaan. Seperti saat ini, saya sedang belajar menulis, maka saya akan mencari teman yang memiliki minat menulis. Akhirnya, bertemulah dengan beberapa komunitas, salah satunya IIDN atau Ibu-ibu Doyan Nulis. Sebuah support system yang akan mendukung seorang ibu agar produktif melalui karya tulis.

 

Sedangkan untuk bidang lain, saya juga membutuhkan ilmu untuk memantaskan diri menjadi ibu dari anak-anak yang hebat dan menjadi ibu kebanggaan keluarga. Maka dipertemukanlah juga dengan komunitas Ibu Profesional. Bertambahlah sahabat-sahabat saya yang banyak mendukung dan saling menguatkan, karena menjadi ibu ternyata tidak mudah. Dan masih banyak lagi sahabat-sahabat saya yang telah memberikan dampak yang positif bagi saya sampai saat ini.

 

Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu, menurut saya sangat dalam artinya. Sahabat yang membantu di saat rapuh sehingga bangkit dari keterpurukkan. Sahabat yang ada di saat suka dan duka. Sahabat yang membimbing dari awalnya yang tidak tahu menjadi tahu dan menjadi lebih baik.

 

Kadang, seseorang yang terpuruk dapat bangkit hanya dengan sebuah perhatian kecil dari kita. Walaupun hanya sebuah senyuman tulus atau sekedar sapaan “Apa kabar sahabat?” Tetaplah berbuat baik kepada siapapun, karena kita tidak pernah tahu perbuatan baik kita yang mana yang akan membantu sahabat kita.

 

Setiap perempuan mempunyai pertarungannya sendiri. Tolong perhatian dan berbuat baiklah kepada siapapun. Perhatian kita akan menyejukkan hati sahabat kita. Salam persahabatan.

Gambar : https://pixabay.com/id/photos/liburan-keluarga-persahabatan-pantai-1674251/

Dyah Kusumastuti
Latest posts by Dyah Kusumastuti (see all)
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *