Untuk para ibu, bertahanlah, kamu hebat!

Sebelum jauh-jauh hari para netizen baper berjamaah dalam film kim ji young born 1982, sebelumnya saya udah baper duluan di tahun 2018 silam lewat Film The Escape (2017). Film apik yang dibintangi Gemma Arterton.
Dari awal film saya udah dibawa baper sampai nangis-nangis Bombay. Tanpa banyak percakapan dari scene awal, emosi saya udah di giring sedemikian hebatnya hanya lewat visual akting Gemma Arterton sebagai Tara, ibu yang kelelahan dan berada di titik jenuh dengan rutinitas serta diam-diam menderita post partum depression. Lihat saja ekspresi wajahnya yang datar, dingin dan tidak bersemangat menjalani aktivitasnya sehari-hari yang gak jauh dari urusan rumah-dapur-kasur-sekolah.
Begitu setiap hari. Bayangkanlah Fernando, mau ga jenuh gimana mbok ya rutinitasnya begitu selama bertahun-tahun. Sehingga wajar kalo akhirnya si emak Tara selalu merasa sedih, murung, banyak menangis, dia sangat tidak bahagia. Situasi tersebut, sungguh sangat terasa nyata buat saya, Seketika saya bisa merasakan kehampaan yang besar yang dirasakan. Saya langsung banjir air mata sampai nangis sesugukan sambil masih nonton itu film, sendirian, di malam hari saat anak-anak sudah terlelap tidur.
Ada percakapan Tara dengan wanita asing di paris bernama Anna diakhir scene yang menghantarkan Tara pada solusi akhir permasalahannya, juga bagi masalah saya.
“kadang kita membutuhkan keberanian lebih untuk bertahan daripada untuk pergi. Memang berat bagi wanita. Menjadi bebas dan terikat dengan pernikahan itu berbanding terbalik. Jenuh menjadi ibu sudah pasti. Tapi keputusan itu harus dibuat, agar kita bisa menemukan siapa diri kita sebenarnya “.
The Escape memang tidak menawarkan solusi manis semanis endingnya film si mba kim Ji Young, tapi itu yang saya suka, pilihannya ada pada diri kita sendiri, mau melanjutkan hidup seperti apa, pasrah nerima takdir sebagai ibu atau memilih berlari dengan resiko tersendiri. kalo saya, memilih, nerimo aja sih ya… jadi ibu itu kan udah resiko wahai Mercedes! Resiko yang kita tanggung begitu kita punya keinginan punya anak, yah, jalani aja lah. Anak kan gak lahir sama manual book-nya, jadi semua ya, wayahna atuh harus diselami, diresapi dan di-ikhlas-i. bukan maksud nge judge ending film the escape lho ya, tapi kalo memilih lari dari kenyataan kaya si mba Tara ini, ya masa iya sih? Dimana letak tanggung jawab kita sebagai emak? Iya kaannn?
Walau sama bertutur soal depresi ibu rumah tangga tapi, the escape jauh berbeda dengan Kim Ji Young. Menurut saya, mba kim ini memiliki situasi ideal bagi seorang ibu, terlepas dari sering berbedanya pendapat dengan ibu mertua dan perihal feminisme di dunia kerja.
Mengapa tidak, di film itu si mba kim di gambarkan punya sosok suami yang MasyaAllah deh, sabar dan perhatian banget sama istri. Istri di suruh istirahat kalo cape, mau bantuin kerjaan rumah dan bahkan, waktu mba kim pengen kerja, si pak suami malah rela ambil cuti kerja dan jadi bapak rumah tangga demi si mba kim bisa merasakan sedikit udara kebebasan dan lepas dari belenggu jenuh jadi ibu rumah tangga yang sebetulnya baru sekitar 3 tahunan dia rasakan. Hebatnya lagi, yang sadar kalo si mba kim mental health-nya terganggu itu justru suami nya, bukan istrinya. Sementara the escape? Semua permasalahan mental health yang dialami di Tara, ya di kunyah sendiri. Jadi solusinya juga yah, segimana inginnya sendiri dengan resiko yang begitu besar.
Jadi, permasalahan ibu rumah tangga itu memang complex dan Tugas jadi emak itu emang gak ada akhirnya wahai mercedes. Cape, lelah dan bikin stress sih iya, tapi inget, Karena ini, tugas mulia yang langsung ditugasin dari Allah swt, kalo kita nya cukup sabar dan ikhlas, surga loh hadiahnya!
Klo udah kerasa pikiran rada-rada mulai gak waras dan mood ambyaarr? Mintalah me time atuh sama pak suami. Itu bukan dosa! Walo kadang pas lagi me time suka inget juga sama anak dirumah, yah ndak apa-apa, begitulah emak. me time bisa me-restart energi dan mood. me time juga bisa menjadi PERMULAAN bagi kita para emak kembali ke dunia nyata, menjadi ibu.
Untuk para ibu, bertahanlah, kamu hebat!
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *