Peran Blogger untuk Menyelamatkan Bumi

Adanya perubahan iklim menandakan bahwa bumi yang sedang kita huni saat ini dalam keadaan tidak baik. Perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan sampah tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah dan laut. Perusakan hutan dan  penambangan liar.  Penggunaan bahan bakar yang tidak terkontrol pun akan berimbas pada panas bumi. Sehingga perlu banyak usaha untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Blogger dan Perubahan Iklim

Ketua Umum Ibu-Ibu Doyan Nulis, Widyanti Yuliandari dalam webinar Suara Kita tentang Perubahan Iklim yang diadakan oleh KBR, mengatakan bahwa isu-isu lingkungan bagi blogger Indonesia tidak sering diangkat jika dibandingkan dengan tema yang lain. Blogger itu sendiri memiliki peran untuk berbagi ide dan pengalaman. Peran intinya untuk berbagi kebaikan. Namun, akhir-akhir ini ide-ide tentang lingkungan mulai tampak. Para blogger mulai menulis pengalamannya dalam pelestarian lingkungan.

Menyuarakan tentang perubahan iklim bukan hanya untuk profesi tertentu saja, masyarakat awam pun bisa ikut andil dan memang dibutuhkan untuk berperan positif dalam pelestarian lingkungan.

Sejak 10 tahun yang lalu, perempuan yang akrab disapa Mbak Wid ini sudah memulai berbagi tulisan mengenai perubahan iklim. Pada saat itu, masyarakat memang belum melihat fakta adanya perubahan iklim ini. Namun, saat ini masyarakat sudah bisa merasakan adanya isu-isu mengenai perubahan iklim.

 

Blogger dan  Lingkungan

Semua komponen di lingkungan menerima ancaman dengan adanya perubahan iklim. Mulai dari permasalahan sampah, permasalahan air bersih, pembuangan limbah, tercemarnya air sungai sampai pada permasalahan di laut. Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi bumi kita.

Saat ini blogger perempuan telah menyuarakan pelestarian lingkungan dari hal-hal yang simpel, seperti membawa bekal sendiri saat pergi ke kantor, piknik, atau bekal untuk anak sekolah. Membatasi minum minuman dalam kemasan juga bisa dilakukan dan menggantikannya dengan membawa botol minuman sendiri. Hal simpel inilah diharapkan bisa ditiru oleh masyarakat.

Contoh lain dalam penggunaan pembalut wanita, seperti yang dipraktikkan oleh seorang blogger, Siti Hairul Dayah. Beliau menyerukan untuk memakai menstrual cup sebagai pengganti pembalut wanita sekali pakai karena sampah pembalut sulit diolah.

 

Blogger dan Pembaca

Bagaimana caranya agar pembaca tertarik membaca tulisan bertema lingkungan? Setiap blogger bisa menganalisis apa yang diminati pembacanya dengan cara melihat trafic blog dan melakukan analisis itu secara berkala. Biasanya pembaca menyukai tulisan yang membawa dampak dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan kebiasaan pembaca. Seorang blogger harus jeli dalam mengemas tulisannya.

Semakin banyak blogger yang menulis tentang isu-isu lingkungan meski hanya melakukan dan berbagi hal yang kecil dan simpel, akan tetap membawa dampak bagi bumi kita.

Fitria Rahma
Latest posts by Fitria Rahma (see all)
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *