Berkonsentrasi Pada Tahapan Diri Sendiri

Materi #SelasaBlog oleh Buketu IIDN

Saat belajar English dengan AJ Hoge (lewat YouTube tentu saja), saya mencatat satu hal penting. Bang Hoge bilang, enggak usah bandingin tahapan kita dengan orang lain. Salah-salah malah bikin frustasi.

Ini saya rasa tak hanya diaplikasikan dalam hal belajar bahasa, tapi di semua hal termasuk wrtiting dan blogging.

Buketu bakal stres kalau terus menerus membandingkan traffic blog yang biasa wae dengan traffic milik mastah yang menyentuh ratusan ribu sehari.

Terinspirasi tentu boleh. Tapi kalau kemudian bikin malah kelelahan? Justru tidak produktif.

Ada teman-teman yang bahkan blognya aja belum punya. Ayo, konsentrasi duku ke upaya bikin blog. Asal punya aja dulu.

Lalu ada yang udah punya blog tapi mati gaya, mikirin update. Mau nulis apa? Itu aja masih bingung. Maka, mari konsentrasi pada bagaimana caranya bisa nulis dan update teratur.

Bahkan ada pula yang sudah pusing kebanyakan blog dan berhadapan dengan banyak deadline. Owh.. enak betul ya mereka.

Jangan…jangan berpikir begitu.

Setiap tahap ada tantangannya. Bagaimana coba, kalau di tengah timbunan job itu, otak justru rewel tak mau memunculkan ide tulisan? Nah, itu tantangannya pada stage atau tahap mereka.

Saya berada pada stage di mana harus memaksa diri menulis tulisan organik secara teratur dan menyelesaikan paid posting juga sesuai tenggat.

Keduanya, berbayar maupun tidak, harus saya perlakukan dengan standard yang sama. Maka saya setia pada jadwal dan target. Terlalu mewah jika menyerah saat kering ide. Banyak membaca, diskusi, tanya pada teman, itu saya lakukan untuk berbelanja ide.

Jadi bagaimana?
Mau melakukan upaya apa sesuai dengan tahapan Anda? Mari berbagi di kolom komentar.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *