Perempuan Bijak, untuk Energi yang Berkelanjutan

Salam IIDN,

Disadari ataupun tidak, ternyata pola aktivitas masyarakat itu berubah selama masa pandemi Covid-19. Salah satu sisi positifnya, pada gambar yang viral di sosial media mengenai kondisi Jakarta yang jauh berbeda. Jalanan lengang tanpa hiruk pikuk kemacetan, udara lebih baik dan langitnya yang membiru.

Akan tetapi secara nasional, telah dicatat oleh Kementerian Energi dan Sumber daya mineral, bahwa adanya peningkatan konsumsi listrik rumah tangga sebesar lebih dari 3% selama periode pandemi Covid-19 berlangsung.

 

 

Nah, kebetulan pada hari Jumat, tanggal 15 Mei 2020 antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, Kami mengikuti dan mendengarkan acara Talkshow mengenai “Bijak Pakai Energi di Tengah Pandemi” di podcast #RuangPublikKBR edisi #PerubahanIklim dengan narasumber Direktur Program Coaction Indonesia, Verena Puspawardani dan Penasihat Komunitas Earth Hour, Andrian Pram. Dan Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) mendukung sepenuhnya acara ini.

Bagaimana supaya masyarakat bijak menggunakan energi di rumah, di tengah pandemi Covid-19?

Dari poin-poin penting yang telah disampaikan oleh narasumber, ternyata dalam kacamata kita sebagai perempuan yang berusaha untuk peduli akan energi yang berkelanjutan, perlu ikut menyadari pentingnya hal ini. Kita mengkaji dan benahi bersama, bahwa :

1. Selama pandemi Covid-19 yang seluruh kegiatan diharuskan di rumah saja, kita sebagai perempuan pun perlu menghemat energi.

Perempuan, notabene disebut sebagai pencetak peradaban bangsa. Kita perlu memikirkan juga bagaimana agar energi yang merupakan karunia Tuhan YME ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya. Dan tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh anak cucu kita kelak. Yaitu dengan cara menghemat energi.

2. Hemat Listrik dan Penggunaan Energi Lainnya dari Rumah

Dalam penggunaan listrik, cobalah untuk mengubah kebiasaan dari keseharian kita. Dengan mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan, ataupun juga melepaskan colokan listrik alat rumah tangga dari stop kontak. Seperti kulkas, AC, Termasuk laptop dan charger HP. Karena tanpa kita sadari, ternyata banyak sekali vampir-vampir energi di rumah tangga yang menyedot dan menimbulkan kenaikan tagihan listrik dalam rumah tangga.

 

Dan tahukah, bahwa penggunaan yang melebihi kapasitas sumber energi yang ada, dapat mengakibatkan penambahan biaya di berbagai sektor penyediaan energi? Dan juga besar kecil dampaknya akan berpengaruh pada tinggi atau rendahnya retribusi yang ditagihkan pada masyarakat sendiri, sesuai dengan penggunaannya di rumah tangga, loh.

3. Bijak dalam Berbelanja Sekaligus Menjaga Diri Tetap Aman.

PSBB, otomatis kita harus menjaga jarak dan di rumah saja. Belanja online pun meningkat 400% secara global. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara bijak, dengan membeli barang yang benar-benar diperlukan saja, walaupun dirasakan konsumsi di rumah cukup meningkat. Mengingat menjaga diri untuk tetap aman dikondisi sekarang ini, disarankan untuk membuat list belanjaan, dan membeli barang yang dapat dibeli secara bersamaan dalam satu pengiriman. Selain mengurangi sampah plastik dari bungkus dan pelindung barang atau bubble wrap.

4. Bijak dalam Mengelola Sampah

Di rumah saja, membuat semua aktivitas maupun biaya serba meningkat. Tak terkecuali dengan sampah rumah tangga. Tumpukan sampah yang bertambah lebih dari 100% selama pandemi ini, menandakan bahwa konsumsi masyarakat tidak terbendung.

Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah organik terbesar, baiknya kita bijak untuk mengurangi sampah plastik dan tetap memilah sampah organik dan anorganik dalam rumah tangga. Sehingga dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk bagi tanaman sekitar rumah.

Itulah poin-poin penting menurut kacamata perempuan, yang sangat penting untuk dipahami dan dilakukan. Karena kesadaran dan jiwa kepedulian kita adalah menjadi masyarakat yang bijak, menjalankan gaya hidup yang lebih baik, serta dapat berperan serta dalam melestarikan energi yang berkelanjutan.

Dimulai dari kita, yuk?

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *