Divisi Blog IIDN mengadakan sebuah kelas blogging secara daring dengan menggunakan platform WhatsApp. Diskusi yang bertema “Banjir Traffic Dari Google, Rahasia SEO Dasar Untuk Blog Personal” ini menghadirkan Mbak Rahmah atau yang lebih dikenal dengan nama Rahmah Chemist sebagai narasumber. Diskusi yang dipandu oleh Mbak Molly, ini berlangsung tertib dan menyenangkan.
Dibuka dengan perkenalan melalui CV mbak Rahmah, obrolan berlanjut dengan pertanyaan dari mbak Molly tentang cerita suka duka Mbak Rahmah sebagai Blogger.
“Kalau sudah passion pasti enjoy menjalaninya. Sukanya kalau lagi menang lomba blog, dapat job bahkan punya kenalan dari berbagai daerah karena ngeblog. Kalau dukanya, yaa kudu perpanjang domain dan hosting hahaha…”, begitu jawaban dari Mbak Rahmah.
Obrolan bergulir dan memasuki pembahasan yang ditunggu-tunggu oleh kurang lebih 154 anggota wag, yaitu tentang Banjir Traffic Dari Google. Sebuah pertanyaan pemantik dilontarkan oleh mbak Rahmah, “Adakah yang sudah familiar dengan istilah traffic di blog? Kira-kira kenapa kita butuh traffic?”.
Simak berikut ulasan materi dari mbak Rahmah ya!
Traffic Di Blog
Traffic blog adalah jumlah pengunjung atau sesi kunjungan yang diterima situs web/blog dalam jangka waktu tertentu, yang menjadi indikator utama kesuksesan, popularitas, dan potensi konversi bisnis. Traffic yang tinggi berarti semakin banyak orang yang berinteraksi dengan konten, yang krusial untuk brand awareness dan meningkatkan penjualan.
Optimasi SEO
Untuk mendatangkan traffic di blog kita memerlukan optimasi. Nah, Optimasi ini kemudian dikenal dengan sebutan SEO atau Search Engine Optimiation. Optimasinya seperti apa? Kita berupaya agar konten artikel yang kita buat di blog itu sudah melalui tahapan riset kata kunci (keyword) dan membuat konten berkualitas.
Nama Domain dan Niche
Untuk pemula yang benar-benar baru akan memulai membuat blog, pemilihan nama domain itu sangat penting. Bukan sekadar suka-suka tetapi setidaknya harus dipikirkan nama domain dan isinya akan diisi apa saja. Dan yang menjadi tantangan semua blogger adalah berusaha untuk membentuk personal branding sebagai blogger yang membahas satu topik tertentu.
Meskipun, tidak menutup kemungkinan blog yang isinya palugada, bisa mendatangkan traffic yang banyak juga karena ada optimasi konten dan jenis konten yang diposting itu memang sesuatu yang akan selalu dicari orang ketika membuka mesin pencari (dalam hal ini paling sering menggunakan Google).
Sementara itu jika benar-benar ingin mengikuti kaidah SEO dan mempermudah traffic berdatangan, bisa memfokuskan satu niche. Misal niche parenting, kuliner, teknologi atau lainnya. Lalu bagaimana kemudian kita dapat menentukan satu niche yang bisa fokus membahas satu topik?
Menurut Mbak Rahmah, jawabannya adalah dengan melihat kembali ke diri sendiri, latar belakang pendidikan dan kesenangan kita itu bisa jadi batu loncatan untuk memulainya. Jangan sampai ketika memilih niche hanya karena ikut-ikutan ya, karena ketika passion dan wawasan kita tidak senang atau fokus di situ biasanya akan bertahan sementara saja, gampang lelah dan bingung mau menulis apalagi.
Riset Kata Kunci
Setelah fokus satu niche, kita dapat mencoba membuat artikel-artikel yang menjawab permasalahan audiens blog kita. Biasanya itu terlihat ketika sudah menulis 5-10 artikel di blog, akan ada semacam insight kata kunci yang merujuk pada link artikel kita.
Mencari kata kunci ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan dari Penelusuran Google. Biasanya di bagian bawah sebelum tampilan halaman Google terdapat tulisan seperti ini : Orang Lain Juga Menelusuri, nah, di bawahnya terdapat beberapa kalimat-kalimat yang bisa menjadi kata kunci yang dimasukkan ke dalam artikel, disebar dalam artikel sehingga tidak kaku artikelnya. Jika ingin mencari kata kunci menggunakan tools maka dapat menggunakan Google Keyword Planner, Ahrefs, atau Ubersuggest.
SEO On Page
Optimasi selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah dari dalam blog yang dikenal dengan SEO On-Page
Kalau untuk SEO on Page dapat kita upayakan dengan menghadirkan:
– Kata kunci dalam judul
– Meta description tidak boleh kosong dan tetap mengandung kata kunci
– Dalam artikel penulisannya ada Heading 1-2-3
– Ada internal link yang terhubung ke artikel yang serupa atau sejenis dengan artikel yang dibuat
– Permalink juga kalau bisa ada mengandung kata kunci
SEO off Page
Selain SEO On-Page ada juga SEO Off-Page. Jika SEO On Page adalah hal-hal yang berada didalam blog, maka SEO off page adalah kebalikannya, yaitu hal-hal yang ada diluar blog yang harus diperhatikan salah satunya adalah link artikel. Yups, apakah link artikel kita sudah terindeks atau belum.
“Bagaimana mau datang traffic kalau terindeks saja tidak?!”, begitu kata mbak Rahma.
Nah, untuk mengeceknya apakah artikel kita sudah terindeks atau belum maka kita harus akrab dengan Google Search Console (GSC). Nah di GSC ini kita dapat melihat Traffic seramai apa bahkan kata kunci apa saja yang sering diketikkan orang di mesin pencari yang kemudian dating ke link kita.
SEO off page ini dapat dioptimalkan dengan menyebar link kita di berbagai media sosial yang kita miliki atau ikut Blogwalking.
”Intinya… banjir traffic itu SEO + konten berkualitas + distribusi aktif di media sosial atau komunitas yang mendukung”, begitu kata Mba Rahmah yang menjadi penutup kelas belajar bloging malam itu.
Materi dari mbak Rahmah telah selesai disampaikan dan terasa sangat bermanfaat bagi teman-teman blogger, terutama pemula. Mbak molly selaku moderator kembali mengambil kendali berjalannya kelas yang tidak terasa ternyata sudah sampai di penghujung waktu. Sebelum kelas ditutup, moderator mempersilahkan beberapa teman untuk menyampaikan pertanyaan mereka, yang kemudian dijawab oleh mbak Rahmah.
Demikianlah reportase kelas IIDN yang berjudul BANJIR TRAFFIC dari Google. Semoga bermanfaat ya teman-teman!
- Lomba Blog Anniversary Blogging Journey IIDN - 14/05/2026
- BONGKAR RAHASIA NASKAH TEMBUS PENERBIT MAYOR!!! - 28/04/2026
- Rahasia Banjir Traffic dari Google - 25/04/2026


