Sang Ibu Baja

<span;>barangkali tiada manusia yang sempurna
<span;>termasuk ibu baja

<span;>marah-marah, ngomel, dan berkeluh kesah
<span;>terkadang jika pundak sudah tak mampu menahan susah
<span;>sang mulut mengambil alih seluruh isi kepala

<span;>tapi siapa peduli pada siapa?
<span;>satu isi rumah mengetahui siapa ibu baja
<span;>yang seribu kali mengeluh, danau habis dikurasnya

<span;>namun, ada kalanya mereka tak tahu
<span;>ketika tubuh ibu baja goyah, saat tak mampu lagi memikulĀ  beban hidup yang silih-berganti mampir datang

<span;>ketika bibirnya bergetar saat bercengkrama dengan Tuhan: meminta agar putra-putrinya selalu diberikan kebahagiaan
<span;>kemudian matanya menatap teduh dengan penuh ketulusan

<span;>ibu baja bagaikan matahari yang menerangi dan menghangatkan
<span;>tanpa hadirnya, rumah tiada jiwa, tidak tersisa

 

 

(Serang, 2022)

Irenna M
Latest posts by Irenna M (see all)
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.