Berlatih Menulis Cerita Lucu Dengan Metode Cerpenting

Menulis cerita lucu

Menurut ibu-ibu semua bagaimanakah cerita yang bagus?

Ternyata cerita yang bagus adalah cerita yang mampu menggugah emosi. Jadi kalau ibu-ibu disini ingin menulis cerita lucu yang bagus berarti ceritanya harus bisa benar-benar membuat pembacanya tertawa terpingkal-pingkal.

Lalu caranya bagaimana menulis cerita lucu yang bagus?

Ada satu teknik yakni dengan cerpenting. Apa itu cerpenting? Cerita pendek tidak penting.

 

Metode ini saya dapatkan dari guru menulis saya yakni om budiman hakim.

Jadi singkatnya cara menulis cerita pendek tidak penting adalah dengan menuliskan peristiwa-peristiwa remeh yang terjadi di sekeliling kita.

Terkadang cerita lucu memang hadir dari cerita yang sepele bahkan tidak penting.
Pokoknya tulis cerita yang benar-benar tidak penting.

Kalau ibu-ibu menulis cerita tentang cara melatih anak untuk rajin menggosok gigi itu cerita penting.

Kalau ibu-ibu menulis cerita tentang cara merawat sepatu hak tinggi maka itu cerita penting.

Jadi cerpenting itu haruslah cerita yang tidak penting. Makanya mengapa metode latihan menulis ini disebut metode cerpenting.
Ceritanya bebas dan beragam. Terserah ibu-ibu semua. Ketika ada sesuatu yang menggugah emosi maka segera tuliskan!
Misalkan ketemu sesuatu yang lucu saat di jalan, kejadian yang membuat tertawa terbahak-bahak di posyandu, dan sebagainya maka segera tuliskan.

Oh ya, karena disini ibu-ibu semua maka pastinya sering tertawa terbahak-bahak melihat kelucuan anaknya bukan? Kenapa nggak coba dituliskan? Bisa untuk melatih membuat cerita yang lucu.

Pengalaman seremeh apapun namun bisa menggugah emosi maka tuliskan.

Jadi kunci dari cerpenting ini adalah kejadian yang bisa menggugah emosi baik itu tertawa terbahak-bahak, sedih hingga berlinang air mata, marah padam, hingga senang berseri-seri.

Metode cerpenting memang menuliskan sesuatu yang tidak penting namun manfaatnya sangat penting. Mengapa? Karena kalau kita bisa meggugah emosi pembaca dengan topik yang sangat sepele apalagi dengan topik yang lebih penting. Tulisan kita tentu akan menjadi bagus sekali.

Jika kita sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis sehingga otomatis creative attitude kita terbangun.

Contoh cerpentingĀ  adalah sebagai berikut:

HP WISUDA

Jam menunjukkan pukul 22.20, terdengar dari luar deru suara sepeda motor berhenti di depan rumah.

Siapa itu malam-malam jam setengah sebelas pula?

Aku yang lagi ngobrol dengan ibuku jadi terhenti obrolannya ketika mendengar suara riang yang khas itu.

“Assalamualaikum..,” suara khasnya semakin mendekat ke ruangan tempatku ngobrol dengan ibu.

“Loh Nadhia, bapakmu baru aja pulang loh.” Kata ibuku ketika si gadis kecil berkerudung merah dan berjaket warna pink berada di hadapan kami.

“Waduh,” ekspresinya terlihat santai.

“Itu Nadhia, makan donat yang eyang beli tadi.”

Nadhia yang masih melepaskan jaket mendengar ucapan ibuku mencari donat yang dimaksud ibuku.

“Eh nanti dulu lah eyang.” Nadhia fokus melepaskan jaketnya.

Nadhia pun duduk mendekat di dekat ibuku dan aku.

“Mamak, mamak kalau dhia udah gede , kalau dhia lagi di Wanayasa trus lagi gak sempet ke rumah eyang. Beliin hp wisuda ya nanti video call-an sama eyang trus dipaketin.” Ucap Nadhia dengan nada yang terdengar seperti orang dewasa bicara.

“HP ? Ya nanti nek udah besar, masih kecil ya belum perlu Hp.” Tanggap mamaknya Nadhia.

Dengan tingkah gemasnya dia bertanya,
“Kapan sih dhia gedhenya?”

“Memang sekarang Nadhia belum Gedhe?” Tanyaku.

“Belum, orang belum boleh minum habbatusauda dua. Dhia bolehnya minum satu. Dhia pengen minum habbatusauda dua kayak mbak Lala dan eyang. ” Tajuk dhia.

“Oalah yang dhia maksud tadi tuh habbatusauda ya. Kok mamak dengernya HP wisuda. HP wisuda itu apa eh ternyata habbatusauda.” Ucap mamak Nadhia.

“Aku juga mba tadi dengernya HP wisuda.” Ucapku setuju dengan perkataan mamaknya Nadhia.

“Eyang juga pahamnya HP wisuda. Oalah Nadhia.” Ibuku juga mengiyakan.

“Oalah eyang , mba Lala, mamak. Habbatusauda bukan HP wisuda.”

šŸ¤£šŸ¤£šŸ¤£
Nah, itulah metode cerpenting, silahkan dicoba.
Bagi yang mau mencoba metode ini bisa langsung ditulis cerpentingnya di kolom komen ya.
Selamat berlatih ya.

Salam hormat
Nabila, anggota divisi buku IIDN

Bagikan:

1 Comment

  1. Wah seru dan menarik tulisannya kak Nabila. Yang biasanya gak penting itu yang humoršŸ˜‚. Ada banyak kelucuan yang terjadi setiap hari di rumah. Yang jarang saya catat.

    Metode cerpenting ini sangat membantu saya untuk memulai menuliskan humor. Terima kasih kak ilmunyašŸ˜

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *