Mengkobarkan Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi Covid-19

“Dirgahayu Indonesiaku ke 75 tahun, semoga semakin jaya Indonesiaku tercinta!”.

Beberapa hari telah berlalu kita telah melewati hari kemerdekaan Indonesia. Semoga semangat kemerdekaan akan tetap berkobar walaupun dalam masa pandemi seperti saat ini. 

Biasanya dihari kemerdekaan seleuruh rakyat Indonesia serempak merayakannya hingga dua minngu kedepan banyak kegiatan lomba untuk memeriahkannya. Tapi berbeda ditahun ini. Upacara bendera juga hanya dilaksanakan ditempat tertentu atau bahkan ada yang virtual mengingat kondisi saat ini.

Bagaimanapun kondisi saat ini terjadi sejak diumumkan oleh pemerintah pada tanggal 2 Maret 2020 bahwa telah ada 2 positif pasien Covid-19 di Indonesia. Sampai saat ini pemerintah Indonesia maupun dunia sedang mengerahkan para ahli dibidangnya untuk meneliti dan menemukan vaksin yang dapat mengobati Covid-19 ini.

Berdasarkan data Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 hingga saat ini di Indonesia sudah tercatat 151.498, update infor per hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2020 pukul 12.00 wib.

Dampak pandemi ini seperti menjajah dari berbagai arah dan kita dituntut untuk bertahan berjuang melewati masa pandemi ini. Jika dulu para pahlawan melawan para penjajah yang terlihat jelas, kini kita berjuang dari penjajah yang seluruh dunia menyebutnya Covid-19.

Hampir seluruh sektor setiap  negara terdampak Covid-19, termasuk Indonesia diantaranya. 

Bidang Ekonomi

Penurunan perkonomian akibat pandemi ini tentu saja juga dialami oleh Indonesia. Hal itu dibenarkan dengan pernyataan Bapak Suhariyanto kepala BPS pada pada hari Rabu 5 Agustsu 2020.

“”Perekonomian Indonesia pada triwulan II-2020 secara yoy mengalami kontraksi 5,32 persen. Kalau dibandingkan secara Q to Q dengan triwulan I maka pertumbuhan ekonomi sebesar -4,19 persen”.

Kegiatan perputaran ekonomi yang melambat membuat beberapa perusahaan besar menutup cabang hingga gulung tikar karena terhentinya operasional yang entah sampai kapan akan pulih kembali. 

Bidang Pariwisata

Dengan adanya kebijakan pemerintah yang mengharuskan untuk tetap dirumah selama pandemi Covid-19 juga pemberlakuan PSBB, maka kegiatan masyarakat juga banyak dilakukan dirumah. Hal ini mengakibatkan tempat-tempat wisata termasuk perhotelan juga sepi pengunjung, oleh karena itu perputaran roda perekonomian juga menurun. Pendapat perusahaan menurun dan terpaksa karyawan juga kena PHK.

Bidang Pendidikan

Pendidikan juga harus dilakukan secara daring untuk memutus rantai persebaran Covid-19.

Pembelajaran yang dilakukan secara daring pasti membutuhkan teknologi minimal HP yang bisa tersambung dengan internet. Tapi ini menjadi kendala bagi orang tua dan siswa yang tidak mampu untuk terus membeli kuota internet, jangankan membeli kuota ada juga yang tidak mempunyai HP.  Belum lagi kendala jaringan bagi yang tinggal jauh dari perkotaan. 

Berbicara tentang kemerdekaan, apasaja yang ingin kamu lakukan?. Lalu bagaimana kamu memaknai kemerdekaan di masa pandemi seperti ini?.

Saya memang jarang menonton film kemerdekaan jika tidak ditayangkan di televisi. Tapi saya adalah tipe orang yang mudah berempati dan terenyuh dengan hal-hal senditif seperti halnya ketika menonton Film yang bertema perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya film Darah Garuda yang menceritakan perjuangan para pahlawan melawan penjajah. Pada Senin 17 Agustus 2020 lalu ditayangkan yang di SCTV.

Film tersebut merupakan lanjutan dari film Merah Putih yang disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn, yang dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah tidak diragukan lagi aktingnya yaitu, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Ario Bayu, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, Astri Nurdin, Alex Komang, Atiqah Hasiholan dan Aldy Zulfikar.

Saat menonton film ini saya sampai larut dan seperti merasakan perjuangan mereka melawan penjajah. Sakitnya menahan lapar, luka bahkan kehilangan orang-orang yang mereka sayangi seperti keluarga dan rekan seperjuangan. Dari situ saya berfikir sangat beruntungnya kita merasakan hasil perjuangan mereka dan saat ini hanya melawan pandemi Covid-19. Memang tidak bisa disepelekan tapi tidak bisa dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan kemerdekaan untuk kedaulatan bangsa sampai titik darah penghabisan.

Dari film tersebut ada beberapa hal yang saya dapatkan pesan moralnya untuk tetap memaknai kemerdekaan walaupun dalam masa pandemi seperti ini dan melanjutkan apa yang para pahlawan perjuangkan, yaitu.

Pantang Menyerah

Mental tangguh dan pantang menyerah adalah  yang harus dimiliki oleh seorang pejuang. Dulu adalah perang melawan penjajah yang juga sama seorang manusia. Tapi saat pandemi ini berjuang selain melawan Covid-19 juga harus berjuang ditengah menurunnya perekonomian bagi yang terkena dampak PHK untuk memenuhi kebutuhan keluarga agar dapur tetap mengepul dengan berbagai cara yang halal. 

Bagi pemilik usaha harus tetap berjuang mempertahankan perusahaan ditengah aturan pemerintah yang mengharuskan menutup usahanya kecuali beberapa sektor tertentu. Mereka tidak hanya berjuang untuk keluarga sendiri tapi juga karyawannya sehingga tidak dirumahkan atau di PHK. 

Disilplin yang Tinggi

Dulu para pahlawan harus disiplin dengan tugasnya masing-masing, yaitu tetap berada pada posisinya sesuai dengan strategi yang telah direncanakan atau diatur oleh sang komandan. Seperti pada film Marius yang diperankan oleh Darius Sinathrya harus tetap pada posisinya dekat dengan pesawat dan menjaganya agar tidak diambil alih oleh musuh kembali, dan meunggu rekannya kembali menyelamatkan mereka. Pada saat ditengah-tengah pertempuran Marius sebenarnya sudah tidak tahan ingin membantu rekannya yang hampir terpojok tertembak habis-habisan oleh musuh dan terluka, tapi rekannya Tomas yang diperankan oleh Donny Alamsyah tetap memintanya tetap pada posisi. Pada akhirnya rekannya kembali dan berhasil menyelamatkan rekan-rekannya dengan menerbangkan pesawat yang sebelumnya Dia amankan.

Seperti halnya Marius, kita sebagai masyarakat juga harus mematuhi himbauan pemerintah sebagai komandan agar tetap #StayatHome, menggunakan masker dan menjaga jarak saat melakukan aktifitas diluar rumah untuk hal yang sangat urgen tentunya.

Tidak Egois dan Bekerja Sama

Saat ditegur petugas atau orang lain karena kita tidak menggunakan masken ketika ditempat keraimaian jangan marah. Walaupun saat ini PSBB dilonggarkan, kita harus tetap waspada dan tetap melaksanakan himbauan pemerintah dengan atauran yang berlaku di New Normal. Karena memutus rantai perseberan Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah atau bidang tertentu  tapi juga masyarakat untuk bekerja sama.

Setia Kawan dan Mendukung Keputusan Pemimpin

Berjuang bukan hanya tugas pemerintah dan komandan perang. Dalam setiap kebijakan yang diambil pasti ada selisih paham, tapi tidak harus membuat perpecahan. Apa yang pemerintah putuskan dan dihimbaukan ke masyarakat pasti untuk kebaikan semuanya. Tidak memaki atau bahkan menghina kebijakan yang sudah dibuat tapi membantu menjalankannya.

 

Mari sama-sama kita berjuang melawan pandemi Covid-19 ini, semoga segera pulih Indonesiaku dan tersenyum kembali Bumi Pertiwiku. Merdeka!

 

Referensi:

https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/11/130600623/diumumkan-awal-maret-ahli–virus-corona-masuk-indonesia-dari-januari

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200808131423-4-178414/10-besar-negara-terinfeksi-corona-as-nomor-1-ri-berapa

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-53168814

https://covid19.go.id/p/berita/total-pasien-covid-19-yang-sembuh-jadi-105198-kasus

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *