Agustusan di masa pandemi

 

“Gara-gara Corona, gagal deh lomba agustusan. ” Begitu mungkin yang dipikirkan semua rakyat Indonesia saat ini atau paling tidak warga yang tinggal di komplek perumahan saya. 

Biasanya setiap tahun perayaan kemerdekaan RI selalu digelar meriah. Para remaja didaulat menjadi panitia lomba sementara ibu-ibu memegang peran penyedia konsumsi (memang ahlinya yaa). 

Tahun 2019 lalu cukup unik dengan adanya lomba memasak bagi bapak-bapak dengan menu utama, Ikan. Wah seru sekali menyaksikan mereka mengutak-atik ikan dan rempah-rempah untuk diolah. Hasil masakannya terasa enak-enak loh. Ada yang membuat sup ikan (paling laku nih), ikan pecak, sampai gurame asam manis. 

Malam puncak Agustus pun meriah dengan panggung hiburan warga. Selain pembagian hadiah lomba juga pentas bakat dari warga. Ada yang menyumbang bakat menyanyi, berpuisi, menari sampai grup vokal ibu-ibu. Bahkan anak-anak usia balita mampu menghibur dengan tarian mereka. Lucu sekali. 

Namun tahun 2020 ini sangat berbeda. Komplek saya menjadi sepi. Kami mengikuti himbauan pemerintah untuk tidak mengadakan kegiatan dengan kerumunan massa. Sedihnya, kalau tidak pasang bendera atau ikut upacara online yang ditugaskan sekolah, mungkin anak saya lupa akan hari kemerdekaan ini. 

Alhamdulilah bu guru anak saya cukup kreatif. Semua tugas sekolah diberi tema kemerdekaan. Menggambar bendera, menyanyi lagu nasional dan membuat lomba keluarga. Hasil dokumentasinya dikirimkan melalui aplikasi whatsapp (semua ibu pasti familiar dengan applikasi ini di masa pandemi hehehe) 

Saya pun buat lomba sederhana, meniup balon. Si kakak yang sudah SMP, enggan berlomba dengan si adik. Akhirnya pesertanya anak bungsu saya dan 2 sepupunya. Alhamdulillah mereka semangat sekali meski hadiahnya berupa makanan ringan saja. 

Saat ini saya tersadar. Sebagai orang tua, kamilah guru pertama bagi anak-anak kami. Memberi pengertian makna kemerdekaan RI pada anak-anak menjadi tugas kami. Saya bacakan kembali buku-buku cerita kepahlawanan dan menonton bersama video bertema kemerdekaan di youtube. 

Kami berharap semangat nasionalisme selalu tumbuh di hati mereka hingga besar nanti, aamiin. 

 

 

Ties Ariasetia
Latest posts by Ties Ariasetia (see all)
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *