Kisah Klasik Persahabatan

Saat berada di satu titik yang membuat dada terasa sesak, tak tahu harus berbuat apa, merasa kurang berdaya, apa yang akan kita lakukan? Aku biasanya akan membutuhkan orang untuk berbagi rasa. Tempat untuk menumpahkan kegundahan guna mendapatkan kenyamanan. Selain kepada pasangan hidup, berbagi rasa ini juga biasanya aku lakukan dengan  sahabat. 

Sahabat adalah orang yang ada bersama kita dalam suka duka. Dia ada bagaikan bayangan yang membersamai kita. Tanpa sadar, kehadirannya selalu ada. Pemikiran, rasa, atau nyata hadir memegang tangan tangan kita.

Siapa Sahabatku?

Dua belas wanita berusia matang yang menjalin persahabatan. Kami bertemu dua puluh empat tahun lalu. Kampus biru menjadi awal jumpa. Status mahasiswa baru menjadi label kami saat itu. Perjumpaan yang hampir setiap hari dan kegiatan kampus membuat kami makin kenal. Namun kami belum menjalin kedekatan karena sibuk dengan kegiatan masing-masing. 

Sekitar lima tahun lalu, kami menjadi satu dalam sebuah grup WhatsApp. Salah satu teman menginisiasi untuk menyatukan kami. Perkumpulan yang random sebenarnya karena lokasi tempat tinggal tersebar di wilayah Jabodetabek dan Yogya. Status kami juga beraneka ragam, ada yang bekerja, freelancer, ibu rumah tangga, dan pengusaha.

 

Mengapa bersahabat?

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa perempuan berbicara 20.000 kata per hari karena tingginya kadar protein FOXP2 dalam otak.  Bisa dibayangkan bagaimana kami dua belas perempuan berkumpul? Berapa kata yang kami terbarkan dalam sehari? Dimulai dari pagi hari kami akan saling sapa di grup WhatsApp dan berlanjut dengan obrolan-obrolan lain. 

Dua belas perempuan dengan karakter, watak, sikap, cara pandang dan keunikan yang berbeda. Perbedaan-perbedaan itu membuat kami menjadi lebih hidup. Obrolan sederhana hingga serius mengalir dinamis. Diskusi tentang pekerjaan, pengasuhan, gaya hidup, fashion, hobi, hingga menu masakan menghiasi percakapan di grup. Kami bebas mengutarakan keresahan hati, kegundahan, membuat gurauan, dan juga saling memotivasi. Itulah kami, yang kadang terdengar receh tapi dibalik itu, kami bisa saling memberikan support dan semangat. 

Kami bukan sahabat yang heboh di grup WhatsApp saja loh. Kami bisa berjumpa sesuai dengan kebutuhan dan keluangan waktu. Biasanya sebulan sekali ada yang tiba-tiba nyeletuk mengajak kopi darat. Tidak selalu lengkap dua belas orang, tergantung keluangan waktu masing-masing. Perjumpaan colongan pun sering kami lakukan seperti ketika jam makan siang yang lokasinya memungkinkan untuk berberapa orang berjumpa. “Aku mau makan siang di gudeg Pejompongan nih, ada yang bisa ketemuan?” Lalu ramailah beberapa orang yang available membuat janji jumpa makan siang. 

Persahabatan kami diwarnai dengan kisah travelling juga loh. Berawal dengan obrolan yang membahas tempat wisata atau kuliner, terbitlah keinginan untuk pergi bersama. Melepas penat sembari lebih menjalin keakraban. Kami pernah pergi bersama ke Bandung, Yogya ketika reuni, dan ke Singapura. Tak hanya jalan-jalan, menyewa sebuah apartment di Kawasan Casablanca Jakarta untuk tempat kumpul sehari semalam juga pernah kami lakukan. Sharing session, bicara apa yang kita rasakan, masa lalu yang menimbulkan luka, atau kekonyolan yang pernah terjadi. Tertawa bersama atas kekonyolan yang terjadi kemudian saling menguatkan. 

Tips Mempertahankan Persahabatan

  1. Menjadi diri sendiri. Bersahabat bukan berarti menghilangkan jati diri. Justru persahabatan itu membuat kita mampu menjadi diri sendiri, apa adanya, menggali potensi tersembunyi dan mengoptimalkan kemampuan. 
  2. Jujur. Kejujuran merupakan kunci dalam menjalin persahabatan karena jujur akan menghasilkan kepercayaan. Sebuah hubungan sebaiknya didasari atas kepercayaan.
  3. Menghormati perbedaan. Perbedaan adalah hal yang biasa dalam hidup. Manusia diciptakan dengan segala perbedaan. Justru perbedaan itu membuat persahabatan makin hidup.
  4. Tidak menghakimi. Ketika sahabat bercerita tentang keresahan atau kesalahannya, tidak memberikan komentar yang menyalahkan. Komentar yang menghakimi akan membuat seseorang merasa makin bersalah. Menerima dahulu cerita lalu memberikan pandangan lain.
  5. Bersyukur. Persahabatan adalah anugerah yang harus disyukuri. Mengucapkan syukur dan terima kasih atas sebuah persahabatan akan menambah kedekatan emosi karena merasa beruntung saling memiliki.
  6. Motivasi secara afeksi. Menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada sahabat akan memberikan energi baru. Semangat untuk menjalani hari dan berkarya  atau dukungan terhadap hal kecil yang dilakukan sahabat akan membuat persahabatan awet. Motivasi ini membuat seseorang berkembang dan mampu menggapai mimpi.

 

Persahabatan itu seperti imago yaitu proses kepompong menjadi kupu-kupu. Berawal dari hal kecil yang tampak kurang indah lalu sedikit demi sedikit berubah menjadi kupu-kupu yang warna-warni dan terbang bebas mengepakkan sayap. Membutuhkan proses dan perjuangan agar persahabatan bisa menjadi sebuah support inner system. 

 

Kala itu, kalian adalah lintasan kehidupanku yang berlalu begitu saja

Bertegur sapa tanpa ada ikatan

Jarak dan waktu menjalin tali rasa antara kita

Sandaran dan pelukan kehangatan yang mengisi ruang hampa

Wida Ariesi
Latest posts by Wida Ariesi (see all)
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *