Kala itu, aku termenung sendiri
Di tengah keramaian kepala-kepala
Bersuara, bising, ingar, membiaskan bahagiaku
Kakiku melangkah, meski sepi sendiri
Hawa asing merasuki, aku dimana
Mereka mendekat, aku tercekat
Apa daya diriku yang lambat
Sahabat, katamu kala itu
Menyiratkan siluet senyum di muka kusamku
Kian lama, kita makin rapat
Berpegangan erat, saling mengikat
Semoga tuhan beri limpahan rahmat
Hingga toga terpasang gagah di ujung rambut
Kelekatan makin tercerabut
Janji kita, tetap bersama meski tiada bersua
Tetap tersambung meski dengan penghubung
Tertawa ceria hingga hilang lara
Namun waktu jualah yang membuktikan
Siapa yang bertahan, siapa yang menyingkir dan tersingkir
Garismu sudah tertulis, begitupun dengan garisku
Garis kita.
Akankah hilang oleh masa?
Depok, 24 Juli 2020
Kala waktu mengingat sahabat yang lama tak bersua, pun tiada berkabar
- Takdirkah Yang Salah? - 24/07/2020