Resep Gurih Booster Instagram Ala Yasinta Astuti

Waktu ada notice di Instagram kalau Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis akan mengadakan IG Live tentang “Instagram untuk Bloger” hari Selasa, 9 Maret 2021 kemarin, saya auto gercep catat jadwalnya. Bukan karena ada tulisan G-R-A-T-I-S-nya tapi karena memang saya membutuhkan materi itu.

“Halah, paling ya isinya gitu-gitu aja!”

“Haduh, Instagram kan mainan sehari-hari. Kayaknya buang-buang kuota deh kalo ikutan live-nya.”

Hayo… ada gak yang kepikiran seperti itu?

Kalau saya pribadi, setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda sehingga menghasilkan wawasan yang berbeda pula. Contohnya saja persoalan Instagram. Mungkin bagi sebagian orang Instagram adalah ajang pamerisasi kecantikan diri. Atau ada juga yang menjadikannya sebagai datangnya pundi-pundi. Dari sini saja bisa diambil kesimpulan, meskipun kita menggunakan media sosial yang sama, akan tetapi cara pandang kita berbeda.

Pun sama halnya dengan materi IG Live yang dibawakan oleh Mbak Yasinta Astuti. Pastinya, beliau memiliki cara pandang yang berbeda dengan saya. Bisa jadi, ilmu Mbak Yasinta lebih banyak dibandingkan dengan saya. Walaupun, kita memanfaatkan media sosial yang sama.

Atas dasar inilah, saya tidak ragu untuk ikutan Live Instagram pada waktu itu. Dan ternyata, banyak insight yang selama ini saya belum tahu atau belum saya optimalkan dengan baik.

Bukan tentang Seberapa Bagus, tapi Seberapa Konsisten

Setiap kali saya ikut seminar online seperti ini, selalu saja ada pertanyaan,

“Mbak, kira-kira bagusnya dalam satu minggu posting berapa kali?”

“Mas, kira-kira bikin IG Story tiap berapa kali sehari?”

Lucunya, sampai saya bisa menebak, pasti nanti ada pertanyaan seperti ini. Hahaha

Dan benar saja, hampir semua seminar online pasti ada pertanyaan seperti itu. Tapi, dari sekian jawaban, saya paling makjleb dengan jawaban Mbak Yasinta. Bahwa, tidak ada patokan pasti berapa kali kita harus posting. Lebih penting dari itu, konsistenlah!

Nah lo.. Udah konsisten belum? Hehe

Karena setiap orang memiliki jam biologis yang berbeda-beda, maka logikanya tiap orang tidak bisa di-sa-ma-kan. Terus gimana dong?

Ya buat saja jadwal sesuai dengan kesanggupan. Misal, dalam satu minggu saya sanggup posting 3 kali. Tulis harinya, misal Senin, Kamis, Minggu. Kalau sudah, lakukan dengan konsisten hingga membentuk pola. Lambat laun audience kita akan paham, “Oh hari Minggu nih, biasanya si A bikin postingan di IG”.

Bayangkan saja kalau kita memaksakan dalam sehari harus posting sekali. Padahal, secara fisik dan mental gak kuat. Padahal, pekerjaan kantor dan rumah menumpuk. Kalau terus-terusan keras kepala seperti ini yang ada kita tidak bisa maksimal dalam membuat konten. Gak enjoy juga kan jadinya?

Bukan Apa yang Kita Inginkan, Tapi Apa yang Audience Inginkan

Kalau ingin mengoptimalkan Instagram, lakukan riset!

Kalau ingin follower naik, lakukan riset!

Kalau ingin engagement melejit, lakukan riset!

Riset, riset, dan riset. Jangan pernah lelah melakukan riset. Karena disanalah kuncinya.

Saya masih ingat betul waktu awal kali bermain Instagram dan belum punya ilmu sama sekali tentang Instagram ini. Lihat postingan teman yang suka berbagi foto pemandangan dan banyak like-nya, saya auto ngikut bikin postingan yang berbau pemandangan. Ada lagi teman yang suka berbagi ilmu tentang parenting dan dapat respon positif, saya pun berubah haluan. Yah, pokoknya waktu itu saya masih menjadi anak bawang yang mencari jati diri. Hehe

Tapi, kok… postingan saya sedikit yang ngelike?

Tapi, kok… nggak ada yang memberikan komentar?

Stres sendiri dong waktu itu. Akhirnya saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan adalah salah. Terlebih lagi pas dapat materi dari Mbak Yasinta bahwa kita harus melakukan riset apa yang audience kita suka, otak saya makin panas. Dalam artian, kok gak dari dulu ya tahu ilmu ini.

“Oh .. pantesan gak dapet like banyak”. Akhirnya saya tersadar dari mimpi buruk. Wkwk

Bahwa yang saya lakukan selama ini sia-sia karena audience saya gak suka. Ibarat kata saya bukan tipe mereka. Dari sini akhirnya saya belajar untuk mulai melakukan riset.

Apa gak telat tuh baru tahu sekarang?

Ya enggak dong. Lebih baik terlambat daripada tersesat.

Sabar Berproses!

Gak ada yang instan di dunia ini. Bikin mie instan aja ada prosesnya!

Jangan buru-buru mengeluh karena follower gak kunjung naik hanya karena baru satu minggu posting atau bahkan baru satu kali post! Semuanya butuh proses. Percayalah, apa yang sudah diupayakan dengan maksimal akan menunjukkan hasilnya.

Semua bloger expert pasti awalnya juga sama seperti kita, dari bawah. Trafik pengunjung juga tidak langsung melejit dalam semalam. Cuan pun tak langsung datang. Kuncinya hanya sabar berproses.

Jangan Segan Upgrade Skill

Dari IG Live yang dibawakan oleh Mbak Yasinta, saya juga jadi belajar bahwa kita tidak boleh ragu untuk upgrade skill. Karena kita pasti akan membutuhkan itu. Tetap menjadi orang yang tidak tahu apa-apa untuk menjadi tahu apa-apa itu sangat penting. Kalau mau menjadi lebih baik dari hari ini, ya upgrade skill-mu!

Gimana, sudah siap menerapkan resep gurih dari Mbak Yasinta?

 

 

 

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *