Bersahabat dengan Anak

Iiiihhhh … Masa bisa sih anak jadi sahabat ???

Aku (Dewi Laily Purnamasari) tahun 2020 ini Insya Allah akan memasuki usia emas -golden age babak kedua, Bersyukur dikaruniai tiga orang anak : Kaka, Mas, dan Teteh. Unik loh! Kaka sudah lulus dari Peternakan Universitas Padjadjaran, Mas mahasiswa Planologi ITB, dan Teteh kelas 7 di SMP Quran Al Ihsan Boarding School. Mereka adalah anak sekaligus sahabat. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda.

Kaka … Sejak kecil tampak memiliki kelebihan sebagai pendengar yang baik. Senang membantu -ringan tangan dan bersahaja. Kaka juga sangat penyayang terutama kepada kedua adiknya.

Mas … Berpendirian teguh, sejak kecil sudah tampak -keukeuh jika sesuatu hal diyakini benar. Mas memiliki kelebihan sebagai pemimpin yang sangat memahami berbagai perbedaan. Aktif di kegiatan organisasi dan jago komunikasi juga negosiator ulung. Mas juga sangat perhatian terutama kepada adik perempuannya.

Teteh … Baik hati, sudah tampak sejak kecil. Teteh yang aktif dan terampil di bidang fotografi juga fashion sangat berempati kepada sesama terutama yang kesusahan.

Lalu … Bagaimana jalinan persahatan ku dengan anak-anak terjadi ?; Ya! Aku sering ngedate berduaan aja. Jadi … ada special time buat ngobrol, curhat, jalan-jalan hanya berdua sama Kaka. Bagitu juga dengan Mas dan Teteh ada waktu khusus berdua saja.

Kaka senang banget kalau diajak ngopi di warkop murce gitu. He3 … Kadang aku yang pingin traktir di resto agak mahal tapi Kaka sering menolak. Oke lah! Aku sih hayu aja … Ya gak ada tempat khusus kan jadinya. Tapi waktu Kaka boarding Incen di Cirebon, seneng bisa makan bubur ayam di jalan Toha. Enak dan murah tentunya.

Nah … Ngajak Mas sih seneng ke tempat yang tenang … Jangan yang riweuh. Bakalan bete deh! Kalau tempatnya cozy dijamin bisa asyik ngobrol berjam-jam. Warung Pasta di sebelah kampus ITB contoh tempat favorit Mas. Waktu boarding di Al Binaa Bekasi, seneng bisa makan ala sunda di Resto Sindang Reret. Nyaman ada saung dan kolam ikannya.

Trus … Teteh cantik seneng kemana ?; Hi3 … seneng cuci mata euy. Walau kadang kudu siap-siap minta di traktir beli pernik-pernik atau boneka teddy. Lanjut ngobrolnya di mana nih ? Teteh senang makan yang praktis. Pilihannya sering di resto Pizza Hut atau Sushi Tei.

Jalan berdua saja selain bisa lebih private untuk saling tahu juga lebih mendekatkan -bonding rasa percaya antara Ibu dan Anak. Mereka akan berbagi cerita dengan lebih bebas karena hanya berdua. Tentu tidak akan leluasa jika berkumpul ramai bukan ?;

Alhamdulillah … Sejauh ini mereka sering mengatakan kepada teman-temannya bahwa asyik punya ibu yang bisa dijadiin sahabat.

Mengapa penting di era kekinian menjadi sahabat anak ?;

Tantangan di luar sana sangat-sangat berat Jendral! Benar begitu … Ada banyak hal yang bisa menggerus terutama akidah anak-anak kita, iman juga rawan goyah … apa tah lagi akhlak, perilaku, nilai, moral yang serba permisif tanpa dasar agama yang kokoh.

Penyimpangan akidah berat tanggungjawabnya. Sebagai orangtua … pertanggungjawaban di hadapan Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat menjadi warning agar aku senantiasa bisa menjaganya. Pun begitu dengan anak-anak. Akidah ini sangat berharga. Maka harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Iman yang kuat tentu harus dipupuk. Teladan lebih ampuh dari hanya sekedar kata-kata.

Berdialog dengan anak menjadi urgent. Keterbukaan menjadi jembatan utama. Peran orangtua amatlah strategis. Jangan abaikan! Bersahabat dengan anak. Terutama dimasa mereka memasuki aqil baligh … hingga terus mampu mandiri sebagai insan kamil yang diharapkan.

 

 

Dewi Laily Purnamasari
Latest posts by Dewi Laily Purnamasari (see all)
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *